Direncanakan Desa Wisata, Situs Kesongo Dihijaukan

INFOKU, BLORA – Pelaksanaan Pengembangan Situs Kesongo sebagai desa wisata mulai digenjot. 

foto : IST    

Kawasan di Desa Gabusan, Kecamatan Jati itu dipoles melalui penataan lingkungan, salah satunya dengan penanaman berbagai jenis pohon oleh Pemkab Blora bersama Tim Penggerak PKK.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Jati, Suwiji menjelaskan, agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata alam berbasis potensi lokal. Menurutnya, selama ini, Kesongo dikenal dengan fenomena geotermal berupa semburan lumpur dan uap panas yang unik.

Baca juga : “Ajisaka” Misteri Lumpur Kasongo antara Mitos & Cerita Sejarah

“Kondisi kawasan saat ini relatif aman tanpa aktivitas erupsi. Namun, masih terdapat sejumlah titik yang belum tertata dan minim vegetasi,” ujarnya pada pers.

“Ini yang kami dorong. Penataan kawasan penting agar mendukung pengembangan desa wisata,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan pepohonan tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan.

Mulai dari penyedia oksigen, menyerap karbon dioksida, hingga menjaga cadangan air tanah di sekitar.

“Kedepan, kawasan tersebut akan terus ditata agar lebih ramah pengunjung,” jelasnya.

Dia juga berharap, Situs Kesongo mampu menjadi magnet wisata baru di wilayah selatan Blora.

Selain meningkatkan kunjungan, keberadaan desa wisata juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi warga sekitar.

“Kalau kawasan tertata dan nyaman, wisatawan akan datang. Dampaknya langsung ke masyarakat,” tandasnya.

Baca juga : 35 Ribu Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Inilah Solusi dari DPRD Blora

Sementara Ketua TP PKK Blora Ainia Shalichah menjelaskan, penghijauan itu dipusatkan di Desa Gabusan, Kecamatan Jati.

Selain menjaga kelestarian lingkungan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari penataan kawasan yang diproyeksikan sebagai destinasi desa wisata.

“Yang terpenting perawatan. Kalau dirawat, tanaman bisa memberi manfaat jangka panjang, termasuk menjaga sumber mata air,” pungkasnya. (Endah/IST


Post a Comment

0 Comments