INFOKU, BLORA – Sampai awal April ini penyaluran dana desa (DD) di Kabupaten Blora menjelang triwulan kedua masih terbatas.
Data diperoleh dari
total alokasi Rp 87,4 miliar, realisasi pencairan baru sekitar Rp 9,88 miliar.
“Nilai itu berasal dari desa yang sudah lolos verifikasi administrasi,” ujar Kepala Bidang Penataan, Pengembangan, dan Pengelolaan Keuangan Desa DPMD Blora Suwiji pada pers.
Baca juga : Pasca Demo Petani Tebu Blora, Dirut Bulog Janji Rombak PG GMM dan Serap Tebu Rakyat
Penyaluran tahap
pertama dilakukan bertahap dalam beberapa gelombang.
Pada gelombang
pertama dan kedua, masing-masing 35 desa telah menerima pencairan.
Sementara itu,
gelombang ketiga yang mencakup sekitar 50 desa masih dalam proses.
“Kami lakukan
bertahap sesuai kesiapan administrasi desa,” katanya.
Sebelumnya,
pengajuan pencairan diajukan oleh 155 desa dari total 271 desa di Blora.
Namun, tidak semua
berkas dinyatakan lengkap sehingga banyak yang dikembalikan.
Baca juga : Tagih Janji Giling PT GMM 2026, Ribuan Petani Tebu Blora Kepung Alun-Alun
“Sebagian berkas
belum memenuhi syarat, jadi harus dilengkapi dulu,” jelasnya.
Pemkab Blora terus
mendorong percepatan penyaluran agar program pembangunan desa tidak terhambat.
Skema penyaluran
juga dibedakan berdasarkan status desa. Desa mandiri menerima 60 persen pagu di
tahap awal, sedangkan desa maju dan berkembang sebesar 40 persen.
“Pembagian ini
menyesuaikan status desa masing-masing,” ungkapnya.
Sejumlah desa
mandiri menerima alokasi awal tertinggi hingga Rp 224 juta per desa. Sementara
desa maju dan berkembang memperoleh sekitar Rp 121 juta hingga Rp 149 juta.
“Nilainya
disesuaikan dengan klasifikasi desa,” ujarnya.
Dalam dua tahun
terakhir, pengajuan dana desa telah beralih ke sistem digital.
Desa cukup
menyerahkan dokumen ke kecamatan untuk diverifikasi dan diunggah secara daring.
“Sistem ini membuat
proses lebih cepat dan transparan,” tegasnya.
Baca juga : Bupati Blora Copot Plt Sekwan, Pakai Mobil Dinas Untuk Mudik
Total dana desa
tahun 2026 di Blora tercatat Rp 87,40 miliar, turun sekitar 65 persen dibanding
tahun sebelumnya.
“Kami berharap desa segera melengkapi berkas agar pencairan bisa dipercepat dan pembangunan tetap berjalan,” tandasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment