INFOKU, BLORA – Terhitung kemarin, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora mulai kembali ke asrama untuk melanjutkan rutinitas akademik.
Namun, kedatangan
mereka disambut dengan prosedur pemeriksaan (screening) ketat, guna memastikan
kedisiplinan dan kesehatan terjaga.
Kepala SRMA 18 Blora Tri Yuli Setyoningrum menjelaskan, seluruh jajaran sekolah turun tangan mendata sekaligus mengecek barang bawaan siswa yang baru tiba. Pemeriksaan meliputi perlengkapan sekolah hingga barang-barang terlarang.
Baca juga : Pengakuan Siti Kalimah yang Titipkan Irham Untuk Gapai Cita-Cita Lewat Sekolah Rakyat
“Saat ini sudah
mulai masuk, jadi kita screening barang bawaan hingga perlengkapan sekolah,”
jelas Tri Yuli pada pers.
Dia menegaskan,
screening ini bertujuan mengantisipasi masuknya makanan pedas atau yang
mengandung pemanis berlebih, karena dapat mengganggu pencernaan siswa.
Selain itu, atribut
organisasi silat juga menjadi perhatian utama untuk mencegah potensi kericuhan.
“Untuk makanan
seperti basreng dan mi instan kita larang. Atribut silat yang di belakangnya ada
gambarnya juga kita larang,” tegasnya.
Menurutnya, pihak
sekolah sudah menjamin konsumsi siswa sebanyak tiga kali sehari dengan nutrisi
yang tercukupi, sehingga mereka tidak perlu membawa makanan dari luar.
Dari total 50 siswa, tercatat hanya satu siswa yang belum kembali ke asrama.
Baca juga : Siswi SRMA 18 Blora Raih Juara Terbaik 1 Lomba Menulis Surat Untuk Presiden
“Ada satu siswa tersebut telat karena orang tuanya sedang sakit di rumah sakit,” pungkasnya (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment