Rp 2,3 Miliar Target Laba PDAM Tirta Amerta Blora

INFOKU, BLORATahun ini kinerja Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora diproyeksi terus menanjak. 

Hal ini karena tahun lalu berhasil membukukan laba sekitar Rp 2,024 miliar.

Sehingga tahun ini perusahaan daerah ini menargetkan kenaikan minimal 10 persen.

Direktur PDAM Tirta Amerta Blora Yan Riya pada pers menyebut, dengan proyeksi tersebut laba perusahaan tahun depan dipatok pada kisaran Rp 2,3 miliar.

Baca juga : Penggilingan Gabah dan Supplier Beras Serap Ribuan Ton Gabah

“Minimal naik sekitar 10 persen. Jadi proyeksi laba tahun 2026 sekitar Rp 2,3 miliar,” ujarnya.

Peningkatan pendapatan, kata dia, bakal didorong dari penambahan jumlah pelanggan, serta perbaikan sistem pencatatan konsumsi air.

Salah satunya melalui penggantian meter air pelanggan yang sudah rusak atau tidak akurat.

Menurutnya, meteran yang bermasalah seringkali membuat volume pemakaian air tidak tercatat optimal, sehingga berpengaruh pada pendapatan perusahaan.

“Tahun ini kita lakukan penggantian meter air yang rusak. Secara otomatis nanti akan meningkatkan penjualan air,” jelasnya.

Selain itu, PDAM juga berupaya menekan angka kebocoran jaringan yang selama ini masih terjadi di beberapa titik.

Baca juga : Waspada ..... Hingga Maret 2026, Satu Korban Jiwa dari 14 Kasus DBD di Blora

Upaya tersebut dilakukan dengan perbaikan jaringan distribusi secara bertahap.

“Jangan sampai kebocoran tinggi. Itu juga kita tekan karena berpengaruh ke produksi dan penjualan air,” terangnya.

Di sisi lain, Yan mengakui, keluhan pelanggan selama ini paling banyak berkaitan dengan tagihan air yang membengkak.

Namun, menurutnya, hal itu sering terjadi karena kerusakan pipa setelah meter air yang menjadi tanggung jawab pelanggan.

“Kadang pelanggan tidak tahu ada pipa bocor setelah meter air. Akibatnya pemakaian tinggi dan tagihan membengkak,” katanya.

Baca juga : Dinperinaker Blora Pantau dan Beri Imbauan karena Banyak Perusahaan Tercatat Beri Gaji di Bawah UMK

Meski demikian, PDAM tetap membuka ruang mediasi bagi pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan akibat kebocoran tersebut.

Salah satunya melalui keringanan pembayaran hingga skema angsuran.

“Kita biasanya mediasi dan cari solusi agar tidak terlalu memberatkan pelanggan,” tegasnya. (Endah/IST) 


Post a Comment

0 Comments