INFOKU, BLORA – Saat ini kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Blora masih menjadi ancaman serius.
Hingga Maret 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes)
Blora mencatat 14 kasus DBD dengan satu pasien meninggal dunia.
Jumlah tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak lengah.
Sebab sepanjang 2025 lalu tercatat 133 kasus DBD dengan empat kematian
di wilayah setempat.
Kepala Dinkes Blora Edy Widayat mengatakan, kondisi cuaca yang masih sering hujan, membuat potensi penyebaran DBD tetap tinggi.
Baca juga : DBD Capai 90 Orang, Sosialisasi GIRIJ Digencarkan
Genangan air yang muncul di lingkungan rumah menjadi tempat
berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti.
“DBD masih harus diwaspadai. Apalagi saat musim hujan, karena banyak
tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk,” katanya pada pers.
Menurutnya, pencegahan paling efektif tetap melalui pemberantasan sarang
nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air
secara rutin, menutup rapat wadah penampungan air, serta memanfaatkan atau
mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.
Selain itu, masyarakat juga diminta rutin memantau keberadaan jentik nyamuk di sekitar rumah.
Baca juga : Penyebaran Demam Berdarah Mulai Muncul di Seluruh Wilayah Blora
“Kalau lingkungan bersih dan tidak ada tempat air tergenang, jentik
nyamuk tidak akan berkembang. Ini yang paling penting dilakukan masyarakat,”
jelas Edy.
Dinkes Blora sendiri terus melakukan berbagai langkah pencegahan.
Diantaranya melalui pemantauan jentik berkala, penyuluhan kesehatan kepada
masyarakat, hingga fogging fokus di wilayah yang
ditemukan kasus.
Meski begitu, dia mengatakan, fogging hanya menjadi langkah penanganan
sementara.
Upaya utama tetap bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga
kebersihan lingkungan.
“Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Kalau jentiknya masih ada, maka nyamuk akan muncul lagi. Karena itu PSN harus rutin dilakukan,” ujarnya.
Baca juga : “Pembangunan Kesehatan Tanggung Jawab Bersama,” Bupati Blora
Edy juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas
kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, seperti demam tinggi
mendadak, nyeri sendi, mual, hingga muncul bintik merah pada kulit.
Kalau demam lebih dari dua hari, jangan ditunda. Segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit supaya bisa ditangani lebih cepat,” pongkasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment