INFOKU, BLORA – Pengajuan tambahan alokasi elpiji 3 kilogram (kg) kepada PT Pertamina (Persero) menyusul adanya lonjakan permintaan Warga, Pemkab Blora melalui Dinas Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Blora.
Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Blora Kiswoyo pada pers mengatakan,
peningkatan konsumsi Elpiji 3 kg mulai dirasakan di sejumlah wilayah.
Tradisi ruwahan serta meningkatnya aktivitas warga yang berjualan takjil
ramadhan menjadi faktor utama pendorong kenaikan permintaan.
“Permintaan sudah mulai naik. Selain ruwahan, banyak warga yang mulai berjualan takjil sehingga kebutuhan ELPIJI kg ikut meningkat,” ujarnya,
Baca juga : Diresmikan Gubernur, Embung Karangjati Blora Akan Aliri 40 Hektare Sawah
Sebagai langkah antisipasi, Dindagkop UKM telah mengirimkan surat
permohonan tambahan alokasi kepada PT Pertamina (Persero) pada 23 Februari
2026.
Total pengajuan mencapai 188 LO atau setara dengan 105.280 tabung elpiji melon.
Menurut Kiswoyo, tambahan alokasi yang bersifat fakultatif tersebut
diharapkan dapat menjaga stabilitas distribusi, terutama saat Ramadan ketika
konsumsi rumah tangga dan pelaku usaha mikro meningkat signifikan.
Tanpa tambahan pasokan, kata dia, dikhawatirkan terjadi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan elpiji yang berpotensi memicu kenaikan harga di tingkat pengecer.
Baca juga : Akan Direlokasi, PKL Alun-Alun Blora Gelisah
Saat ini, Pemkab Blora masih menunggu
keputusan dari Pertamina terkait persetujuan tambahan alokasi tersebut.
“Kami berharap realisasi tambahan ini bisa segera dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pedagang musiman Ramadan tetap berjalan lancar," pungkasnya.(Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment