INFOKU, BLORA – Keinginan punya stadion representatif di Kabupaten Blora kian mendekati kenyataan.
Tim dari Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU) turun langsung ke lapangan untuk
memverifikasi usulan pembangunan stadion sepak bola yang
diajukan Pemkab Blora.
Kedatangan tim pusat itu merupakan tindak lanjut komunikasi Bupati Blora Arief Rohman dengan
Kementerian PU beberapa waktu lalu.
Saat itu dipastikan akan ada tim yang diterjunkan untuk mengecek langsung kesiapan lokasi di Blora.
Baca juga : Pasar Ngawen Diupayakan Selesai Juni 2026, Anggaran Yang Tersedia Rp30 Miliar
Kasubdit Wilayah II Direktorat Infrastruktur Dukungan Perekonomian,
Peribadatan, Kesehatan, Olahraga dan Sosial
Budaya (IDPPKOSB) Dendy Kurniadi mengatakan, ada tiga titik yang disurvei.
Pertama, Lapangan Kridaloka di Kecamatan Jepon yang sempat
menjadi homebase Persikaba Blora.
Kedua, lahan persawahan di Kelurahan Kedungjenar, tepi Jalan Cendana
arah Pakis.
Ketiga, lahan eks lapangan golf di Jalan Agil
Kusumadya, Kelurahan Kunden.
Untuk Lapangan Kridaloka, tim menilai lahannya terlalu sempit dengan
akses jalan yang hanya satu arah.
Jika dipaksakan menjadi stadion berstandar nasional sesuai pedoman
Kementerian PU, dinilai tak memungkinkan.
Baca juga : Pemkab Blora Usulkan Rp 7 Miliar untuk Pembangunan Jaringan Irigasi
“Lapangan itu lebih cocok untuk pusat pelatihan atau pembinaan usia
muda. Kurang pas untuk stadion pertandingan liga,” ujar Dendy.
Alternatif kedua di Kedungjenar memiliki luasan memadai dan berstatus
milik Pemkab.
Namun, karena masih berupa sawah produktif, dibutuhkan biaya besar untuk
pengurugan serta proses yang lebih panjang.
Sebaliknya, lahan eks lapangan golf di Kunden dinilai paling mendekati
kriteria.
Selain luasnya mencukupi, peruntukannya juga tercatat sebagai kawasan olahraga.
“Tinggal diajukan saja izin penggunaannya ke Kemenpora sebagai stadion. Untuk
pembangunan bisa dari Kementerian PU. Seharusnya dari kemarin di sini saja,
bisa langsung kami eksekusi,” ucap Dendy.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyatakan siap menindaklanjuti seluruh
rekomendasi tim pusat. Hasil tinjauan akan segera dilaporkan kepada Bupati
Arief.
“Pesannya, apapun masukan dari Kementerian PU akan kami ikuti agar
stadion yang sudah lama dinantikan masyarakat benar-benar terwujud. Kalau
perlu, konsultan pembangunannya langsung dari Kementerian PU yang sudah
berpengalaman membangun stadion standar liga,” ujarnya.
Terkait pengajuan izin ke Kemenpora, Kepala Dinporabudpar, Iwan
Setiyarso memastikan segera memprosesnya.
Dia menyebut ada diaspora Blora yang kini menjabat Deputi Bidang
Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Dr. Surono.
“Akan kami komunikasikan. Kebetulan beliau putra daerah, kampung halamannya juga tidak jauh dari lokasi eks lapangan golf,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala DPUPR Blora
Nidzamudin Al Huda menambahkan, secara kajian amdal dan analisis dampak lalu
lintas, Lapangan Kridaloka memang sulit dikembangkan menjadi stadion besar.
Sementara lahan di Kedungjenar membutuhkan
anggaran signifikan untuk penataan awal.
“Yang paling memungkinkan ya eks lapangan golf ini. Hanya perlu perataan dan pengurusan izin ke Kemenpora. Lokasinya strategis, dekat kota dan berada di tepi jalan provinsi,” jelasnya. (Endah/IST)



0 Comments
Post a Comment