INFOKU, BLORA – Dengan masuknya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam jaringan distribusi LPG subsidi 3 kilogram di Blora, ternyata tidak diikuti penambahan kuota.
Jatah tahunan gas
melon untuk kabupaten ini masih bertahan di angka 7.636.667 tabung.
Kepala Dindagkop UKM Blora Kiswoyo pada pers mengatakan, penyaluran LPG subsidi melalui KDKMP yang mulai berjalan sejak Oktober lalu, dilakukan dengan memanfaatkan alokasi yang sudah tersedia.
Baca juga : Gas Elpiji dan Pupuk Bersubsidi Mulai Diperdagangkan Di Koperasi Merah Putih
Artinya, kehadiran
koperasi tidak membuat jatah LPG subsidi Blora bertambah.
“Per bulan
September kemarin serapan LPG subsidi di Blora mencapai sekitar 6 juta tabung.
Untuk bulan Oktober belum ada data masuk,” ujar Kiswoyo.
Sementara itu, Pjs
Area Manager Communication, Relation, and CSR Regional Jawa Bagian Tengah Risky
Diba Avrita menyebutkan, total alokasi LPG 3 kilogram untuk Blora tetap sebesar
22.910 metrik ton (MT).
Penyaluran ke KDKMP
dilakukan melalui penyesuaian distribusi di masing-masing pangkalan.
Skema tersebut
disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Penyesuaian ini
dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan riil di lapangan, sehingga
distribusi LPG 3 kg melalui pangkalan maupun KDMP dapat berjalan secara
proporsional," jelas Risky pada pers.
Baca juga : Omzet KDKMP Belum Maksimal, Ada Gerai di Blora Hanya Raup Rp 6 Ribu Per Hari
Risky menyebut,
pada Oktober 2026 setiap KDKMP di Blora mulai mendapat pasokan sebanyak 300 tabung
LPG subsidi per bulan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Evaluasi dilakukan untuk memastikan ketersediaan sekaligus pemerataan distribusi LPG subsidi,” ujarnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment