INFOKU, BLORA – Memang hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Blora.
Namun, persoalan
krisis air bersih belum sepenuhnya teratasi.
Sebagian warga
masih harus mencari air hingga ke hutan untuk memenuhi kebutuhan.
Kondisi itu salah
satunya dialami warga Desa Ngampon, Kecamatan Jepon.
Baca juga : BPBD Blora Petakan Titik Rawan Bencana, Antisipasi Bencana Musim Penghujan
Untuk membantu
kebutuhan air, Pemkab Blora bersama jajaran Forkopimda menyalurkan bantuan air
bersih.
Total sekitar 400
tangki disiapkan untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah kabupaten Blora.
Tim Penggerak PKK
Blora Ainia Sholihah mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan secara kolaboratif,
termasuk melibatkan DPR RI.
Sasaran bantuan
juga disesuaikan dengan kondisi terkini di lapangan.
"Saat ini di desa
Ngampon kita salurkan 5 tangki air," ujarnya.
Menurut dia,
bantuan tersebut akan menyasar 100 desa.
Namun, pihaknya
akan memetakan lagi karena sejumlah desa diguyur hujan, dan nantinya akan
dialihkan ke wilayah yang masih membutuhkan.
Sementara itu,
Sekretaris Desa Ngampon Vidia Herlina mengatakan, sedikitnya 127 kepala
keluarga (KK) di wilayahnya masih mengalami kesulitan air bersih dan kondisi
paling terasa berada di Dukuh Jelubang.
"Khususnya di
Dukuh Jelubang ini masih sulit air. Saat ini kami menerima lima tangki,
masing-masing berkapasitas 5 ribu liter," jelasnya pada pers.
Untuk memudahkan
warga, pemerintah desa juga menyiapkan sekitar 300 galon bekas sebagai tempat
penampungan air.
Wadah tersebut bisa
dimanfaatkan warga ketika tidak memiliki tempat penyimpanan air yang cukup.
Baca juga : Lho ..... Ternyata ada 2.900 Anak Tak Sekolah di Kabupaten Blora
Kesulitan air itu
juga dirasakan Saidan, salah satu warga Desa Ngampon. Meski hujan mulai turun,
sumber air di sekitar tempat tinggalnya belum mencukupi kebutuhan warga.
"Saya biasanya mencari air di hutan, jaraknya kurang lebih satu kilometer air itu saya pikul menggunakan ember. Untuk waktu saya pagi dan sore," ungkapnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment