INFOKU, BLORA – Musim kemarau di Blora bukan sekadar membuat sumur dan lahan mengering, tapi juga meningkatnya potensi kasus kebakaran.
Pemkab Blora meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan api di sekitar rumah dan kandang ternak.
Peringatan itu disampaikan Wakil Bupati Blora saat mengunjungi korban kebakaran di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong.
Kedatangan Budhe Rini, sapaan akrabnya, sekaligus menyerahkan bantuan uang tunai dari Baznas Blora kepada warga terdampak.
Pesan kewaspadaan tersebut bukan tanpa alasan.
Baca juga : Waspada .... Bahaya Kebakaran Intai Permukiman Blora
Dia menyebut, sesuai data Pemkab Blora, dalam tiga tahun terakhir rata-rata terjadi 85 kejadian kebakaran setiap tahun di wilayah Blora.
Sementara sepanjang 2026, ancaman kebakaran juga terlihat dari tingginya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data BPBD Jawa Tengah hingga 23 Agustus 2026, Blora mencatat 14 kejadian karhutla.
Angka itu menempatkan Blora dalam sepuluh daerah dengan kejadian karhutla tertinggi di Jawa Tengah.
”Saya meminta masyarakat tidak menganggap remeh sumber api sekecil apa pun. Terlebih kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih cepat membesar dan merembet,” jelasnya.
Kebakaran di Sambongrejo menjadi salah satu contoh. Peristiwa pada Senin (21/9) sekitar pukul 07.00 WIB itu diduga bermula dari pembakaran jerami kering untuk menghangatkan kandang kambing atau bediyang.
Baca juga : Wabup Kunker ke BNPB, Pastikan Dana Bencana Blora Tuntas 2027
Api kemudian merembet ke permukiman. Empat rumah milik Lasiman, Warmo, Suparlan, dan Sarimpen ludes terbakar. Tiga rumah lainnya, yakni milik Jugimin, Yono, dan Marju, mengalami kerusakan sebagian.
“Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan kerugian yang besar. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban warga dan para korban diberi kekuatan untuk bangkit kembali,” ujarnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment