INFOKU, BLORA – Program rehabilitasi jaringan irigasi di Kabupaten Blora mulai dipersiapkan.
Tahun ini, total
anggaran yang berputar mencapai Rp 38 miliar lebih melalui program swakelola
tipe IV, yang melibatkan kelompok tani sebagai pelaksana kegiatan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Blora Surat menjelaskan, di wilayah irigasi Bengawan Solo terdapat 28 Perkumpulan Petani Pemakai Air Irigasi (P3AI) yang tersebar di 20 desa di enam kecamatan. Meliputi Jiken, Randublatung, Jati, Kradenan, Kedungtuban, dan Cepu.
Baca juga : Dua Bus Sekolah Gratis di Blora Segera Beroperasi, Kunduran-Blora dan Kedungtuban
Sementara itu, pada
wilayah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana, rehabilitasi
akan menyasar 168 titik jaringan irigasi. Setiap titik mendapat alokasi
anggaran sekitar Rp 195 juta, termasuk biaya pelaksanaan pekerjaan.
Jadi total
perputaran uang mencapai sekitar Rp 38,22 miliar,’’ kata Surat.
Ratusan titik
tersebut tersebar di berbagai kecamatan. Paling banyak berada di Kecamatan
Ngawen dengan 70 titik, disusul Blora 26 titik, Jepon 21 titik, Todanan 16
titik, Banjarejo 11 titik, Kunduran 10 titik, Jiken dan Tunjungan masing-masing
4 titik, serta Bogorejo dan Japah masing-masing 3 titik.
Surat menjelaskan,
seluruh pekerjaan akan dilaksanakan melalui swakelola tipe IV. Dengan mekanisme
itu, dana kegiatan langsung ditransfer ke rekening kelompok tani. Selanjutnya,
kelompok tani mengelola pembelian material sekaligus melaksanakan pekerjaan di
lapangan.
Baca juga : Walau Sekdes Tersangka, Warga Nglebak Blora Tetap Lanjutkan Perbaikan Jalan
Menurutnya, skema
tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur irigasi,
tetapi juga mendorong perekonomian masyarakat.
“Harapannya infrastruktur irigasi bisa berfungsi lebih baik untuk menunjang ketahanan pangan. Selain itu, karena dikerjakan secara padat karya oleh masyarakat, program ini juga membuka lapangan kerja dan membantu mengurangi pengangguran di masing-masing wilayah,” tandasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment