INFOKU. BLORA – Setelah bebera kali terjadi amblesan tanah di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan kembali memicu kerusakan.
Meski sempat
diperbaiki, kondisi tanah yang labil kembali ambles, dan memutus jalan usai
diguyur hujan deras sejak dua hari lalu.
Akibatnya, hingga saat ini beberapa rumah warga di RT 08/RW 03 dilaporkan roboh.
Salah satu warga
setempat Kani mengungkapkan, upaya perbaikan sebelumnya belum mampu menahan
pergerakan tanah. Lokasi amblesan sempat diperkuat dengan pancangan kayu glugu
serta diratakan menggunakan alat berat.
“Belum sampai satu
bulan sudah ambles lagi, malah lebih parah,” ujarnya.
Menurut dia,
amblesan tidak hanya terjadi di badan jalan, tetapi juga merembet hingga ke
area permukiman warga.
“Tanah longsor lagi
waktu hujan lebat, sampai ada rumah warga yang roboh,” imbuhnya.
Baca juga : Aksi Demo Petani Blora, Tumpahkan Tebu di Depan PT GMM
Sementara itu,
Subkoordinator Pembangunan dan Rehabilitasi Bidang Sumber Daya Air DPUPR Blora
Wahyu Benyamin Arivin b eberapa waktu lalu menjelaskan, fenomena amblesan di
lokasi tersebut telah berlangsung selama dua tahun terakhir dan terjadi secara
bertahap.
Dia menyebutkan,
perbedaan ketinggian dari titik atas hingga ke sungai mencapai sekitar 10
meter.
Klik Video
Sedangkan amblesan
pada badan jalan berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter dengan panjang terdampak
mencapai 50 meter.
“Analisis sementara, ada kebocoran drainase di bagian atas. Air meresap ke bawah, membuat tanah menjadi gembur sehingga tidak mampu menahan beban,” jelasnya.
Baca juga : Tagih Janji Giling PT GMM 2026, Ribuan Petani Tebu Blora Kepung Alun-Alun
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk penanganan lebih lanjut. (Endah)


0 Comments
Post a Comment