INFOKU, BLORA – Kenaikan harga plastik di pasaran justru membawa berkah bagi para perajin anyaman bambu dan besek di Kabupaten Blora.
Permintaan besek
tradisional untuk tempat pembagian daging kurban melonjak tajam.
Lonjakan pesanan
tersebut bahkan membuat sejumlah perajin kewalahan memenuhi permintaan
konsumen.
Salah satunya dirasakan Dian Agus Yulianto, pemilik usaha Berkah Anyaman Bambu di Desa Kedungsatrian, Kecamatan Ngawen.
Baca juga : Blora Dapat Sapi Kurban Jumbo 1,1 Ton dari Presiden Prabowo
Dia mengaku,
pesanan mulai satu bulan sebelum Idhuladha. Banyak konsumen memilih memesan
lebih awal karena khawatir tidak kebagian besek.
“Konsumen bahkan
sudah memesan sejak sebulan lalu karena khawatir tidak kebagian atau pesanannya
tidak sempat dibuatkan,” jelasnya.
Tingginya
permintaan membuat Dian bersama istri dan puluhan warga sekitar harus bekerja
ekstra di rumah produksinya.
“Untuk keterlibatan
dengan warga sekitar ada sekitar 35 pekerja,” katanya.
Menurutnya, bahan baku berupa bambu apus sangat mudah diperoleh di wilayah desanya maupun desa sekitar.
Ketersediaan bahan
baku yang melimpah membuat produksi tetap bisa berjalan meski pesanan meningkat
drastis.
Tak hanya memenuhi
kebutuhan lokal, besek produksi Berkah Anyaman Bambu juga rutin dikirim ke
Jakarta untuk kebutuhan distribusi daging kurban.
Selain besek, rumah produksi miliknya juga membuat berbagai kerajinan lain seperti hantaran, tempat parsel, hiasan lampu, hingga penutup makanan.
Dia mengaku untuk
harga besek bambu dijual cukup terjangkau. Tergantung besar kecilnya besek
tersebut.
“Ukuran kecil Rp3
ribu per biji, ukuran besar Rp 5 ribu per biji,” jelas Dian.
Da berharap
mahalnya harga plastik dapat menjadi momentum masyarakat untuk mulai beralih
menggunakan wadah ramah lingkungan.
Menurutnya, penggunaan besek bambu maupun bungkus daun jati jauh lebih baik untuk menjaga kelestarian alam, khususnya saat pembagian daging kurban. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment