INFOKU, BLORA – Sungguh mengejutkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Randublatung Pilang 2, Kabupaten Blora, diduga tetap beroperasi meski tanpa kehadiran ahli gizi di lokasi.
Dugaan tersebut
disampaikan mantan tenaga ahli gizi SPPG setempat Lambang Aryanto.
Dia mengaku sudah mengundurkan diri sekitar tiga minggu lalu. Namun, namanya masih tercantum dalam sistem Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca juga : IPAL Bermasalah, Wabup Instruksikan Operasional Dapur SPPG Bogowanti Berhenti Sementara
“Saya sudah tidak
bekerja, tapi nama saya masih ada di sistem sebagai ahli gizi,” ujarnya pada
pers.
Menurut Lambang,
selama dirinya tidak aktif, peran ahli gizi disebut digantikan oleh tenaga dari
Kabupaten Grobogan yang bekerja secara daring.
“Setahu saya,
penggantinya dari Grobogan, tapi hanya online. Saya juga belum pernah bertemu
langsung,” katanya.
Dia menduga tenaga
tersebut ditunjuk oleh pihak dapur atau kepala SPPG untuk memastikan
perhitungan kebutuhan gizi tetap berjalan. Pasalnya, peran ahli gizi penting
dalam menentukan komposisi makanan setiap hari.
Baca juga : Lho ..... Satgas MBG Blora Temukan Baru Satu Dapur MBG Kantongi SLHS
“Informasinya tetap
dibayar oleh mitra untuk menghitung kebutuhan gizi harian,” imbuhnya.
Lambang juga
mengungkapkan, selama bekerja dirinya hanya menerima satu kali gaji dari BGN
sebesar Rp 5 juta.
Dia mengaku tidak
pernah menerima tambahan dari pihak mitra.
Saat ini, Lambang
berencana melaporkan dugaan pencatutan nama tersebut ke BGN. Ia juga
mempertimbangkan langkah hukum.
“Saya tunggu hasil
dari BGN dulu. Kalau perlu, akan lapor ke kepolisian,” tegasnya.
Sementara itu,
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Blora Artika Diannita belum memberikan
tanggapan saat dihubungi wartawan.
Di sisi lain,
pemilik dapur SPPG Randublatung Pilang 2 Nurkholis pada pers membantah pihaknya
sengaja mengoperasikan dapur tanpa ahli gizi.
Dia menyebut
persoalan bermula dari pengunduran diri Lambang secara mendadak.
“Yang bersangkutan
menyampaikan resign lewat WhatsApp, tapi besoknya langsung tidak masuk kerja,”
jelasnya.
Menurut dia, hingga
kini belum ada surat pengunduran diri resmi.
Kondisi tersebut
membuat pihaknya belum bisa memproses pergantian secara administratif di sistem
BGN.
“Karena belum ada
surat resmi, statusnya masih tercatat. Jadi tidak bisa langsung diganti,”
tegasnya.
Baca juga : Semua Dapur MBG Wajib Penuhi Standar Kelayakan
Meski demikian,
Nurkholis mengaku sudah menyiapkan tenaga pengganti sejak akhir Maret. Namun,
pengangkatan resmi masih menunggu kejelasan status sebelumnya.
Dia membenarkan,
adanya tenaga ahli gizi dari luar ikut membantu, yang hanya sebagai pendamping
dan sudah terlibat sejak Lambang masih aktif.
Pihaknya berharap klarifikasi ini bisa meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. “Sekarang, setelah ada kejelasan, ahli gizi pengganti sudah kami tempatkan di lokasi,” tandasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment