Kesal Jalan Rusak, Warga Blora Kota Protes Lewat Coretan

INFOKU, BLORASaat ini permasalahan kondisi jalan di Kabupaten Blora selalu jadi momok. 

Foto :  IST  

Kota dengan APBD rendah itu, tak mampu merampungkan permasalahan tersebut.

Warga Blora bagian Kota pun muak dengan kondisi tersebut. Akhirnya, melakukan protes dengan mencoret “Dalane Bosok (Jalannya Busuk)” di titik-titik jalan rusak itu.

Salah satu titiknya di Jalan Raya Blora - Randublatung. Tepatnya, di Kaliwangan.

Baca juga : PJU Jalan Provinsi di Wilayah Blora Masih Butuh 876 Titik

Seorang warga menulis coretan menggunakan cat semprot dengan kalimat penuh kekesalan terhadap kondisi jalan tersebut.

Namun, Wartawan masih belum mengetahui siapa yang membuat coretan itu.

Salah satu warga setempat, Alip akui, memang kondisi jalan tersebut membahayakan apalagi saat hujan.

“Itu biasanya bikin laka. Karena kegenang air gak keliatan. Gak hujan pun juga bahaya. Udah sering banget bikin laka,” ujar pria yang rumahnya tak jauh dari titik tersebut.

Baca juga : Inilah Penyebab Sering Terjadi Kecelakaan di Jalur Blora-Ngawen

Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora mencatat, tingkat kemantapan jalan kabupaten baru menyentuh 69 persen.

Artinya, masih ada 31 persen atau sekitar 270 kilometer ruas jalan dalam kondisi rusak, dari kategori ringan hingga berat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPUPR Blora Nizamudin Al Huda tak menampik angka tersebut.

Sisanya, masih butuh sentuhan alat berat dan aspal panas.

“Jalan yang bagus secara keseluruhan mencapai 69 persen,” ujarnya.

Padahal, tahun 2025 lalu infrastruktur jalan menjadi primadona anggaran.

Sekitar Rp 300 miliar digelontorkan untuk membenahi ruas-ruas jalan prioritas.

Baca juga : Pelatihan Gratis di BLK Blora Terancam Hilang, Hanya Andalkan Bantuan Pusat

Sumbernya tak main-main: Dana Alokasi Umum (DAU), pinjaman daerah, hingga bantuan keuangan dari Pemprov Jawa Tengah.

“Tahun 2025 kemarin, anggaran paling banyak kita gunakan untuk pembangunan jalan. Kurang lebih Rp 300 miliar, bersumber dari DAU, pinjaman daerah, dan bantuan keuangan provinsi,” tanda Huda pada pers. Endah/IST


Post a Comment

0 Comments