Ancaman Gaji DPRD - INFO BLORA



Bupati, Wabup dan Anggota DPRD Terancam Tidak Gajian 6 Bulan
INFOKU, BLORA- Ancaman dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kepada daerah, yang tidak segera menetapkan APBD 2015 akhir Desember ini, mendapat dukungan dari Wakil Bupati Abu Nafi.
Abu Nafi menyatakan dukungannya, terhadap sikap tegas Tjahjo Kumolo tersebut.
”Ini demi kepentingan bersama, agar kawan-kawan di DPRD juga menyadari, bahwa gaji dan fasilitas yang mereka nikmati berasal dari keringat rakyat. Sehingga, harus mau bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat,” kata Abu Nafi kepada murianews.
Menurut ketua DPC PPP Blora itu, sanksi yang akan diberikan itu berupa tidak membayar gaji pejabat di daerah selama enam bulan.
Sebab, selama ini APBD di Kabupaten Blora selalu telat disahkan. Dia berharap, dengan ancaman itu, DPRD memperbaiki kinerjanya, sehingga bisa mengesahkan APBD tepat waktu.
Tolak Disebut Takut
Ternyata, ancaman dari Mendagri Tjahjo Kumolo untuk tidak menggaji kepala daerah dan DPRD selama enam bulan jika tidak segera menetapkan APBD 2015 berhasil.
Buktinya, DPRD Blora segera mengebut pembahasan APBD 2015 tersebut.
Namun, Wakil Ketua DPRD Blora HAbdulah Aminuddin membatah  langkah untuk membahas dan menetapkan APBD 2015 lebih cepat karena takut tidak digaji.
”Saat ini, kawan-kawan sedang ngebut untuk menyelesaikan pembahasan APBD 2015. Pembahasan di masing-masing komisi hampir rampung,” kata Aminuddin.
Menurut Aminuddin, untuk pembahasan sampai pada pengesahan butuh waktu yang lumayan lama.
”Setelah pembahasan selesai, masih harus digelar sidang paripurna untuk persetujuan bersama antara DPRD dan bupati.
Setelah itu, masih butuh diajukan ke gubernur, untuk dimintakan evaluasi. Sedang evaluasi gubernur, paling cepat dua pekan sampai satu bulan,” jelas politisi PKB itu.
Ingin Buat Sejarah
Lain hanya alas an yang dikatakan Ketua Badan Legislasi (Banleg) Siswanto, bahwa tahun ini DPRD berkomitmen untuk membuat sejarah baru. Yakni mengesahkan APBD lebih cepat.
”Sesuai rapat Banmus, pengesahan APBD 2015 pada 7 Januari mendatang. Setelah dari pembahasan komisi selesai, dilanjut pembahasan di tingkat Banggar,” kata politisi Partai Golkar asal Ngawen ini.
Menurut Siswanto yang juga mantan Pimpinan redaksi tabloid Suara Rakyat ini, ngebutnya membahas APBD 2015 bukan karena ada ancaman pembayaran gaji akan ditunda selama enam bulan. Namun, memang sudah  ada komitmen sebelumnya.
”Kami sudah sepakat untuk mengesahkan secepat mungkin,” tegasnya.
Namun dari  data yang di dapat infoku dari wawancara di masyarakat, banyak SK anggota Dewan yang sudah dipakai Anggunan Bank untuk pinjaman. 
Sehingga pertanyaan mereka cukup sederhana bila APBD betul-betul molor lagi penetapanya, bagaimana mereka membayar anggsuran Pinjaman Bank yang cukup besar tersebut. (Endah/AB)
 Lebih lengkap baca model Tabloid
Gambar klik kanan pilih open New Tab atau Buka tautan Baru