Siapa Pejabat Tergusur - Topik tabloid INFOKU 57



Topik
Menanti Kejutan Agustus – Siapa Yang akan Tergeser
INFOKU, BLORA- Tidak dapat dipungkiri lagi pada tahun ini Bupati Blora Djoko Nugroho harus memeras otak untuk pengisian jabatan lagi.
Apalagi jabatan yang akan ditinggalkan mereka karena Pensiun boleh dikata fital di Pemerintah kabupaten Blora.
Kedudukan dan jabatan mereka yang pension adalah para pimpinan SKPD yang notabene-nya penanggung jawab penggunaan anggaran di kantor masing-masing.
Sebagaimana diketahui minggu terakhir 3 bulan yang lalu, atau tepatnya 21 Maret 2013, Bupati baru saja melantik Sebanyak 13 pejabat struktural eselon 2 dan 3 dilingkungan Pemkab. Blora.
Saat itu ada 8 Pejabat eselon II-B harus berganti tempat guna mengisi kekosongan Kepala Badan Lingkungan Hidup.
Sedang 2 orang promosi ke eselon II-B yakni A Wardoyo yang dilantik sebagai Kepala Dindikpora dan Riyanto sebagai Staf Ahli Bupati.
Bahkan baru-baru ini Bupati juga melantik pejabat eselon II-B yang promosi dari camat menjadi kepala SatPolPP Sri Handoko 10 Mei lalu.
Pertanyaan kita bagaimana langkah bupati selanjutnya karena terhitung 1 Agustus mendatang seorang Pejabat eselon II-B pensiun, dimulai dari Komari yang saat ini menjabat Kepala Dinnakertransos.
Selanjutnya berturut-turut Edi Pujianto Kepala BPMPP, Suwignyo Kepala BKD dan Heru Sutopo Staf Ahli Bupati. Akankah Dijabat Plt ataukah didifinitfkan ?
Bila melihat keputusan yang dilakukan oleh Kokok panggilan akrab bupati Blora ini, nampaknya akan didifinifkan terlebih dahulu.
Hal itu diungkapkan beberapa anggota DPRD Blora ketika dimintai komentarnya terkait ini.
Saat ini di Blora ada 2 kepala SKPD yang masih dijabat Plt yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum.
Sehingga apabila kepala Dinnakertrasos purna tugas per 1 Agustus yang akan datang akan menjadi 3 Pejabat SKPD yang belum terisi.
Bilapun bulan depan, kepala SKPD yang pensiun akan diisi, tentunya akan berdampak pada perputaran gerbong SKPD yang lain.
“Apakah itu mungkin dilakukan Bupati, mengingat baru 3 Bulan para pejabat eselon II-B tersebut menempati jabatannya,” Ungkap RM Hanindyo Andri ketua Komisi C DPRD Blora berbalik bertanya pada INFOKU.
Lain halnya dengan beberapa kalangan LSM berharap  agar Bupati Djoko Nugroho segera mendifitifkan kepala SKPD, begitu ada kepala SKPD yang kosong.
Amin Farid BCC menyarankan kepala SKPD yang kosong agar segera diisi demikian juga Kentut LSM Aliansi Rakyat Anti Korupsi.
Alasan mereka berdua agar kinerja SKPD bersangkutan dapat bergerak secara maksimal dalam penggunaan anggaran kerjanya.
“Disamping itu memberi kesempatan pada PNS yang lain untuk meniti karir dan penjenjangan jabatan yang jelas dan mereka harapkan,” uncap Kenthut Prasetyo.
 Menurut Dia kekosongan jabatan yang akan ditinggalkan Komari sudah tersedia beberapa orang yang layak menduduki itu.
Beberapa nama yang diperhitungkan dapat menduduki jabatan itu, diantaranya Chris Hapsoro dan Riyanto staf ahli, Riyatno kabag, Harianto kabag dan beberapa camat ataupun sekretaris di SKPD.
Apabila nantinya bupati memutasi Camat untuk bergeser atau promosi kejabatan eselon lebih tinggi, beberapa masyarakat menilai sangatlah tepat.
“Kalaupun mengangkat camat baru sekaranglah saatnya yang tepat, sehingga tidak terkesan politis. Lain halnya bila tahun depan maka masyarakat awan menilai pengangkatan Camat dikaitkan dengan pilbup,” kata sumber kalangan pegawai yang enggan disebut namanya. 
Seperti diberitakan edisi lalu, Bupati Blora mengatakan akan mengangkat camat wanita di blora. Hal inilah yang memberi harapan para PNS Wanita di Blora agar dapat berkarir lebih baik. (Agung)