Asal usul Bandungrojo, Tempat Pertarungan Anglingdharma dan Desa yang Didirikan Seorang Wanita

INFOKU, BLORA Di kecamatan Ngawen ternyata ada cerita tentang pertarungan prabu Anglingdharma dengan musuhnya, yakni dusun watumiring di Desa Bandungrojo, Ngawen. 

ilustrasi

Meski cerita yang menjadi latar belakang asal nama dusun ini biasa dianggap sebagai legenda, namun tak sedikit orang yang mempercayai peristiwa itu benar-benar terjadi.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat asal – usul desa Bandungrojo ada 4 dusun yang diceritakan dari 5 dusun di Desa Bandungrojo Ngawen.

Baca juga : Asal Usul Kota Cepu Berawal dari Perang Saudara

Ke lima dusun, yaitu Bandungrojo, Karangrowo, Papringan, Watumiring dan Sanggrahan. Dusun Bandungrojo berasal dari kata Bandung dan Rojo.

Bandung artinya Ibu, dulu di kawasan ini dipercaya dipimpin oleh seorang wanita, kerajaan ini menggunakan sistem matrilineal.

Dari kebiasaan menurunkan tahta kepada wanita inilah nama Bandungrojo bermula.

Sedangkan nama Dusun Karangrowo, diambil dari banyaknya rawa di daerah ini pada masa lalu.

Baca juga : “Panji” Hikayat Asal Usul Kesenian Barongan, Inilah Kisahnya

Ketersediaan air yang melimpah membuat Dusun Karangrowo menjadi kawasan yang paling cepat masa tanam dan masa panen padinya.

Karangrowo berasal dari kata Karan dan Rowo.

Berbeda lagi dengan asal usul nama Dusun Watumiring.

Di tempat ini dulu terdapat batu yang miring, akibat pertarungan antara Prabu Anglingdharma dengan musuh-musuhnya.

Sedangkan, Dusun Papringan berasal dari kata pring yang berarti bambu.

Baca juga : Mengapa Prabu Brawijaya V Memusuhi Orang Cepu dan Blora, inilah Misterinya

Dari dulu sampai sekarang, banyak pengrajin anyaman bambu yang mengambil bahan baku di Dusun Papringan Desa Bandungrojo Ngawen. (Roes/ Diolah dari berbagai sumber) 


Post a Comment

0 Comments