Bulog Terjunkan Tim Jemput Pangan ke Sawah, Targetkan Serap 22.200 Ton Gabah di Blora

INFOKU, BLORATarget dari Perum Bulog Kantor Cabang Pati sebanyak 22.200 ton serapan gabah hasil panen petani di Blora, Jawa Tengah pada 2026.  

Target serapan gabah tersebut setara dengan 17.900 ton beras.

Menurut Wakil Kepala Cabang Bulog Pati, Fadila Arief, untuk mencapai target tersebut, pihaknya menerapkan sistem Tim Jemput Pangan.

Tim tersebut bertugas terjun langsung ke lapangan guna mendatangi area persawahan yang sedang memasuki masa panen.

Baca juga : DP4 Blora Ajukan Bantuan Combine dan Dua Traktor Per Kecamatan Meski Anggaran Minim

“Kami memiliki sistem Tim Jemput Pangan. Kami langsung mendatangi sawah-sawah yang berpotensi panen berdasarkan informasi dari Babinsa, PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), dan dinas terkait,” ujar dia saat ditemui wartawan di Gudang Bulog Blora, Jawa Tengah, Kemarin.

Hingga awal Maret ini, realisasi penyerapan di wilayah Blora telah mencapai 1.607 ton setara beras.

Fadila optimis target belasan ribu ton tersebut dapat terpenuhi hingga akhir tahun mendatang.

“Target kita setara beras adalah 17.900 ton. Mudah-mudahan dapat tercapai di bulan November atau Desember dengan hasil beras terbaik dari petani sekitar,” jelasnya.

Baca juga : Pemkab Blora Optimis Terjadi Peningkatan Ekonomi Lewat Wisata dan Pertanian

Dalam proses penyerapan di lapangan, pihaknya mengakui ada sejumlah tantangan, terutama terkait kondisi cuaca dan fluktuasi harga di tingkat petani.

Saat ini, harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) yang ditetapkan adalah Rp 6.500 per kilogram.

“Kendala terkadang ada pada cuaca dan harga. Jika harga di lapangan lebih tinggi dari standar Bulog, kami melakukan langkah persuasif dan pendekatan kepada petani agar mereka bersedia menjual sesuai harga pemerintah,” lanjutnya.

Untuk menampung hasil panen dari 16 kecamatan di Blora, Bulog telah menyiapkan infrastruktur yang memadai.

Saat ini, stok yang tersedia di gudang Blora mencapai 8.500 ton.

Selain satu kompleks pergudangan utama, Bulog juga menyewa lima gudang filial dengan kapasitas rata-rata 4.500 ton per gudang.

Kapasitas ini direncanakan akan terus ditambah seiring dengan meningkatnya volume serapan gabah dari petani.

Baca juga : Bulog Blora Tambah Pasokan Minyakita

Fadila juga mengimbau kepada masyarakat maupun petani yang memiliki informasi mengenai potensi panen untuk segera menghubungi pihak Bulog atau melalui mitra di lapangan.

“Kami selalu terbuka. Bagi petani yang memiliki informasi (panen), silakan hubungi kami, Babinsa, atau PPL setempat,” tegasnya. (Endah/IST


Post a Comment

0 Comments