Tabloid INFOKU 45 - Topik INVESTOR



Mencari InvestorBesar
INFOKU, BLORA- Sebagai Kabupaten yang berlimpah SDA, seharusnya Blora mempunyai posisi yang sangat strategis dalam mengundang investor untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerahnya.
Hal ini sudah disadari Bupati Blora Djoko Nugroho dan direstui Dewan dibawah ketua Dprd Blora HM Kusnanto tentang pentingnya penanaman Modal para investor yang ingin menanamkan sahamnya di Blora.
Pemkab Blora terus berupaya menumbuhkan iklim investasi yang kondusif guna menarik calon investor untuk menarik investor masuk ke Blora.
Berbagai strategi untuk mengundang investor telah  dilakukan agar para investor  tertarik untuk menanamkan modalnya dan merasa nyaman dalam melakukan penanaman modal di Blora.
Strategi-strategi yang dilakukan Pemkab Blora dalam rangka meningkatkan daya tarik para investor agar menanamkan modalnya di Indonesia ialah dengan mengeluarkan peraturan-peraturan yang mempermudah bagi para investor telah diterapkan.
“Silakan para Investor masuk ke Blora, dan kami akan member kemudahan pada mereka,” Kata Bupati Djoko Nugroho di beberapa kesempatan.
Tujuan mempermudah para investor agar mau ke Blora yang pokok adalah pada suatu tujuan yang hendak dicapai yang mewujudkan masyarakat Blora yang sejahtera.
Fakta dilapangan Beberapa investor besar akan dan sudah datang di Blora sejak awal tahun 2012, mulai pabrik Gula, Perusahaan yang beroentasi pada gas, Pengusaha Perminyakan yang mengelola sumur Tua dan perusahaan semen.
Bupati Blora, Djoko Nugroho, menyadari betul dinamika yang terjadi di tengah masyarakat di wilayah yang dipimpinnya.
Dia pun menanggapinya dengan bijak. Beberapa kali bupati kelahiran Kecamatan Cepu itu mengundang kelompok masyarakat, baik pro maupun kontra,  yang menyikapi rencananya hadirnya investor.
Pendopo rumah dinas bupati, ruang pertemuan kantor pemkab, adalah beberapa tempat yang dipakai untuk menggelar pertemuan tersebut. "Kami beberapa kali pernah mengundang elemen-elemen masyarakat itu. Kita berdiskusi untuk mendapatkan solusi," ujar Bupati Djoko Nugroho, Sabtu (8/12).
Rencana pendirian pabrik gula PT GMM di Desa Tinapan dan pembangunan supermarket Luwes di jalan Pemuda Blora adalah salah satu contoh topik yang pernah dibahas. Argumentasi yang dikemukakan warga, pendapat yang terlontar serta tuntutan yang terucap dibahas.
Pejabat dari dinas dan instansi terkait juga diberi kesempatan menyampaikan pendapatnya. Rencana pembangunan pabrik semen instans di Desa Soko, Kecamatan Jepon juga dibahas pemkab dengan sejumlah elemen masyarakat belum lama ini.
Bupati mengemukakan, pemkab memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya terkait pembangunan di daerah ini, termasuk rencana investasi dari sejumlah investor.
Hanya saja mantan komandan Kodim Rembang itu menegaskan pendapat tersebut, baik pro dan kontra, disertai argumentasi yang jelas.
Diharap tahun 2013 para investor yang akan datang ke Blora akan lebih banyak dengan berbagai pelayanan yang terbaik sehingga untuk mewujudkan masyarakat Blora yang sejahtera bukan angan saja.(Agung)
Foto. Kokok

Yantinah (Anggota Komisi C DPRD Blora)
Prasarana Jalan Modal utama Tarik Investor
INFOKU, CEPU- Sumber daya alam (SDA) yang melimpah di Blora dinyakini menjadi magnet bagi kedatangan investor untuk menanamkan modalnya.
Akan tetapi niat investor berinvestasi tersebut nampaknya terkendala faktor kondisi jalan yang kurang memadai.
Untuk itulah Yantinah anggota Komisi C DPRD Blora berharap agar infrastruktur jalan pada tahun ke depan dapat diprioritaskan lagi.
Namun demikian Pemkab Blora, lanjut wakil rakyat dari Cepu ini, harus meminimalkan persoalan yang terkait investasi khususnya di daerah.
Diantaranya Cost of doing business yang tinggi Yang menjadi penyebab diantaranya
1.                  Keinginan daerah untuk meningkatkan PAD tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap kegiatan berusaha di daerah.
2.                  Penataan dan juga manajemen birokrasi pemerintah daerah yang justru berdampak negatif terhadap prosedur perizinan usaha di daerah.
3.                  Keterbatasan ketersediaan infrastruktur dasar seperti jalan, energy listrik, telekomunikasi,air bersih, dan lainnya.
“Janganlah Pengelolaan birokrasi pemerintah daerah bukannya mempermudah tetapi sebaliknya mempersulit investor atau dunia usaha,” ungkap Yantinah.
Kecenderungan diatas sejalan dengan pandangan para ahli manajemen yang menyatakan bahwa seringkali apa yang kita sebut manajemen justru membuat
pekerjaan menjadi semakin rumit dan sulit.
Yantinah juga menambahkan secara umum, terdapat beberapa variabel yang pengaruhnya sangat signifikan terhadap daya saing investasi daerah, yaitu:
Konsistensi penerapan peraturandan kebijakan daerah, Besaran pajak dan retribusi daerah. Ketersediaan infrastruktur terutama jalan raya . Ketersediaan dan produktifitas tenaga kerja. kondisi social politik di daerah. Faktor kondisi social budaya masyarakat. Upah minimum daerah.
“Saya Yakin Bila keenam variable tersebut dapat dipenuhi Pemkab, sangatlah mudah mendatangkan investor di Blora,” tandas Yantinah. (Agung)
Lebih lengkap baca model Tabloid
Gambar klik kanan pilih open New Tab atau Buka tautan Baru