INFOKU, BLORA – Di tengah efisiensi anggaran dan pemangkasan transfer ke daerah (TKD) hingga Rp 370 miliar, tahun ini Pemkab Blora tetap mengalokasikan belanja internet Rp 2,56 miliar.
Anggaran ini
digunakan untuk kebutuhan jaringan di puluhan instansi.
Berdasarkan data
Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) setempat,
nilai tersebut lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar Rp 2,59 miliar.
Anggaran tersebut tersebar di 18 dinas, lima badan, dua kantor, serta 16 kecamatan.
Baca juga : Efisiensi Anggaran, Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blora Awal 2026 Tanpa Makan dan Minum
Dinas Komunikasi
dan Informatika (Kominfo) menjadi pengguna terbesar, dengan alokasi Rp 426 juta
untuk internet sharing dan main gateway.
Selain Kominfo,
sejumlah OPD juga menganggarkan cukup besar. Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil (Disdukcapil) memperoleh Rp173,5 juta, BPPKAD Rp 156 juta, Sekretariat
Daerah Rp 136 juta, serta Sekretariat DPRD Rp 111 juta.
Sedangkan, di tingkat kecamatan, Kecamatan Cepu tercatat paling tinggi menganggarkan internet, yakni Rp 47,5 juta.
Menariknya, dalam
paket anggaran internet, tiga OPD turut menganggarkan aplikasi pengolah konten,
seperti CapCut dan Canva.
Ketiganya adalah BKPSDM, Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4), serta Kominfo. Nilainya bervariasi, DP4 Rp 85 juta, BKPSDM Rp 33 juta, dan Kominfo Rp 3,7 juta.
Sekretaris DP4
Blora Lilik Setyawan pada pers menjelaskan, langganan tersebut digunakan untuk mendukung
publikasi kegiatan.
“CapCut sekitar Rp
910 ribu per tahun dan Canva Rp 1,83 juta,” ujarnya.
Baca juga : Bupati Blora Copot Plt Sekwan, Pakai Mobil Dinas Untuk Mudik
Menurutnya,
aplikasi itu digunakan hampir setiap hari untuk membuat konten.
Hasilnya kemudian
disebarluaskan melalui media sosial resmi dinas.
“Hampir tiap hari kami unggah konten, bahkan bisa lebih dari satu dalam sehari,” tandasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment