INFOKU. BLORA - Kabupaten Blora nampaknya akan mencetak sejarah baru dalam peta ketahanan energi nasional.
Tak hanya sukses
menjadi lumbung jagung, Bumi Mustika kini diproyeksikan menjadi titik awal
pengembangan industri bioetanol berbasis jagung di Indonesia.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal 1 dan Tanam
Jagung Serentak Kuartal 2 di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, minggu lalu.
Baca juga : Pasca Demo Petani Tebu Blora, Dirut Bulog Janji Rombak PG GMM dan Serap Tebu Rakyat
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Yudi Sastro, mengungkapkan
rencana besar pemerintah untuk membangun pabrik bioetanol di Blora.
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas status Blora sebagai daerah
swasembada jagung.
“Insyaallah, pabrik bioetanol akan kita mulai dari Blora. Kita garap dari
hulu hingga hilir dalam bentuk bioenergi. Tim kami akan turun langsung
melakukan pendampingan. Potensi jagung di Blora sangat besar, dan ini saatnya
kita kembangkan etanol jagung mulai dari sini," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Panglima Kopassus Letjen TNI Jon Afriandi
menekankan pentingnya kedaulatan energi yang lahir dari ketahanan pangan.
Baca juga : Dana Desa Kabupaten Blora Baru Cair Rp 9,8 Miliar
Dia mengapresiasi langkah Bupati Blora dalam memfasilitasi integrasi
tersebut.
“Luar biasa, jagung bukan cuma pangan tapi juga energi. Kita harapkan Blora
menjadi pilot project. Sumber dayanya sangat cocok. Mari kita bergerak dari
Blora untuk bangsa, meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kedaulatan energi
Indonesia,” ujar Letjen Jon Afriandi.
Bambang, salah satu petani lokal dari Randublatung, menyambut baik rencana
besar ini.
Dia berharap program ini tidak hanya mengangkat nama Blora di level
nasional melalui jagung, tetapi juga sektor pendukung lainnya.
“Harapan kami, Blora juga bisa menjadi daerah peternakan nomor satu. Dari
Randublatung, kita angkat potensi Blora ke tingkat nasional,” umgkapnya.
Pabrik Gula
Sementara komitmen Bulog untuk Petani Tebu dan GMM
Selain isu jagung, kehadiran Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.)
Ahmad Rizal Ramdhani, membawa angin segar bagi para petani tebu di Blora.
Dia menegaskan komitmen Bulog untuk mengawal distribusi hasil panen tebu
petani dan melakukan pembenahan internal di PT Gendhis Multi Manis (GMM).
Baca juga : Tagih Janji Giling PT GMM 2026, Ribuan Petani Tebu Blora Kepung Alun-Alun
“Saya imbau petani tebu tidak perlu bimbang dan ragu, Bulog akan bantu
menyalurkan hasil panen. Kami juga sedang memproses usulan perbaikan GMM,
termasuk reorganisasi direksi dengan melibatkan putra-putri terbaik Blora,”
jelas Dirut Bulog.
Sedangkan Bupati Blora, Arief Rohman, menutup kegiatan dengan menegaskan bahwa sinergi antara Pemkab, TNI, Kementan, dan Bulog adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Kolaborasi ini adalah bukti bahwa Blora siap menjadi penopang utama pangan dan energi nasional,” tandasnya. (Setyorini)


0 Comments
Post a Comment